Transplantasi yang hubungkan orang Israel dan Palestina

oleh Emmanuelle Hazan

16 Maret 2012


Jenewa, Swiss – Dr. Raz Somech ialah salah satu tokoh utama dalam film dokumenter yang sangat mengharukan, Precious Lifeyang menjadi nominasi Anugerah Akademi (Academy Award) pada 2011 dan menjadi sebuah citra harapan yang kuat dalam konflik Israel-Palestina.

Pada 2008, bayi empat bulan dari Gaza, Mohammed Abu Mustafa, dibawa ke unit anak yang dikepalai Dr. Somech di sebuah rumah sakit besar di Tel Aviv. Sang bayi menderita suatu penyakit genetik dan membutuhkan cangkok sumsung tulang. Inilah awal sebuah cerita yang bernuansa politik tetapi sekaligus sangat manusiawi.

Dalam filmPrecious Life, kita berjumpa Raida, ibu Mohammed, yang di awal kisah ini berharap anaknya kelak akan menjadi seorang syahid. Film ini juga mengisahkan Shlomi Eldar, jurnalis televisi Israel yang memimpin kampanye untuk menggalang dana yang dibutuhkan bagi pencangkokan ini, yang juga menjadi pengarah film ini, meskipun ia ragu apakah tepat untuk melibatkan dirinya sendiri. Lebih dari segalanya, film ini mengilustrasikan berbagai kontradiksi personal yang diakibatkan pendudukan pada kehidupan orang-orang ini. Beberapa pekan setelah pencangkokan, Dr. Somech menjadi petugas cadangan dalam Operasi Cast Lead (operasi militer di Gaza pada 2008). Selama melakukan tugas militernya, ia berharap keluarga Mohammed tidak terkena apa-apa.

Saat film ini hendak berakhir, dan nyawa Mohammed terselamatkan, sebuah hubungan yang sangat manusiawi terjalin antara tokoh cerita, yang menunjukkan mungkinnya mengatasi perbedaan politik untuk berfokus pada isu yang paling penting: bagaimana kita bisa hidup bersama?

Saya bertemu dengan Raz Somech di Jenewa November lalu dalam sebuah acara yang diadakan oleh Asosiasi Teman Dokter Korczak Swiss, sebuah LSM yang didedikasikan untuk hak anak dan dibentuk untuk mengenang Janusz Korzcak, seorang guru dan dokter yang mengepalai sebuah panti asuhan di Polandia yang meninggal dalam Holocaust. Acara ini memberi saya kesempatan untuk mendengar lebih banyak tentang pengalamannya dan tentang Precious Life.

Bagaimana Anda bisa mempunyai kisah bersamaMohammed ini?

Raz Somech: Kita bisa membacanya sekadar sebagai sebuah cerita: tim di sebuah rumah sakit berupaya menyelamatkan nyawa seorang bocah dan berhasil melakukannya. Dan dalam melakukannya, mereka berhasil mengubah pandangan sebuah keluarga Palestina tentang orang-orang Yahudi, meskipun sedikit. Kita bisa juga melihat sebuah refleksi konflik dalam transplantasi ini. Secara medis, tubuh yang menerima organ cangkok “berperang” dengan organ yang dicangkokkan tersebut. Ini adalah sebuah pertempuran berdarah yang bisa membuat organ cangkokditolak. Tim medis berkomitmen memastikan tubuh penerima bisa tahan dan menerima organ yang dicangkokkan, yang akan membuatnya bisa bertahan. Hal yang sama juga terjadi antara orang Palestina dan orang Israel. Kita bisa bertahan hanya dengan bersama-sama.

Apakah Anda masih berhubungan dengan Mohammed dan keluarganya?

Somech: Ya. Ia datang ke rumah sakit setiap tiga atau empat bulan untuk pemeriksaan. Saya telah melihat ibunya berubah. Dulu ia ingin anaknya mengorbankan diri sebagai syahid suatu hari. Kini ia ingin anaknya hidup. Ia telah melihat ada wajah orang Israel lain selain wajah para tentara. Sulit untuk membunuh ketika Anda tahu “orang lain”. Kita tidak bisa mengubah realitas politik, tetapi masing-masing kita bisa memengaruhi dunia di sekitar kita dan itu sudah bagus.

Bagaimana Anda bisa bekerja dengan orang-orang Gaza?

Somech: Itu rumit, dan bukan saja karena pos-pos pemeriksaan. Hamas tidak mengakui Israel dan, bagi otoritas Israel, Hamas adalah sebuah organisasi teroris. Sehingga, Otoritas Palestina harus menjadisaluran untuk semua aspek administrasi terkait dengan pemindahan pasien. Namun, saya punya kontak langsung dengan dokter-dokter Palestina di Gaza, yang kadang membantu memindahkan apa saja dalam situasi-situasi tertentu.

Apakah kasus Mohammed langka?

Somech: Tidak, ada banyak anak seperti Mohammed yang berasal dari Gaza dan Tepi Barat dan dirawat di berbagai rumah sakit Israel. Kini, 15 persen dari ranjang rumah sakit saya diisi oleh anak-anak Palestina. Saya senang kalau ada lebih banyak lagi. Keluarga Palestina akan melihat Israel yang berbeda. tetapi itu rumit. Bila sebuah keluarga berasal dari Gaza, Menteri Kesehatan Palestina di Ramallah harus menyetujui pemindahan dan mengeluarkan dana untuk menutup biaya perawatan. Ketika kami bisa, dan jika kami memiliki uang yang dibutuhkan, kami menyumbang untuk biaya perawatan. Itu pula alasan saya datang ke Jenewa dan Eropa [untuk menggalang dana bagi program-program ini] – sehingga kita bisa menyelamatkan anak-anak lain seperti Mohammed.

###

*Emmanuelle Hazan ialah seorang jurnalis di Jenewa dan redaktur Kantor Berita Common Ground Prancis.

Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews).

Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 16 Maret 2012, www.commongroundnews.org.Telah memperoleh izin publikasi.


Warning: Duplicate entry '308982' for key 1 query: INSERT INTO crc_watchdog (uid, type, message, variables, severity, link, location, referer, hostname, timestamp) VALUES (0, 'php', '%message in %file on line %line.', 'a:4:{s:6:\"%error\";s:12:\"user warning\";s:8:\"%message\";s:462:\"Table './ceric_fisip_ui_ac_id/crc_accesslog' is marked as crashed and should be repaired\nquery: INSERT INTO crc_accesslog (title, path, url, hostname, uid, sid, timer, timestamp) values('Transplantasi yang hubungkan orang Israel dan Palestina | Center for Research on Intergroup Relation and Conflict Resolution', 'node/706', '', '54.81.195.240', 0, 'f72e9eafb61148ef5cf7121a5c072680', 205, 1511374079)\";s:5:\"%file\";s:75:\"/home/ceric-fisip.ui.ac.id/public_html/modules/statistics/statistics.module\";s:5:\"%line\";i:6 in /home/ceric-fisip.ui.ac.id/public_html/includes/database.mysql.inc on line 135