Resources

Rabu, May 26, 2010 - 13:37
Penyebab utama konflik di Aceh yang sekarang berlangsung mempunyai akar sejarah yang panjang yang merupakan akumulasi ketidakadilan dalam bidang politik, sosial-agama, eknomi dan HAM. Di era Sukarno, Aceh sebagai "daerah modal" kemerdekaan mengalami kekecewaan melalui "degradasi politik" dimana terjadi penurunan status propinsi Aceh. Setelah itu janji perdamaian dengan keistimewaan dalam agama dan pendidikan tidak pula dilaksanakan. Pada era Suharto Aceh telah berperan sebagai "daerah modal" pembangunan. Konflik Aceh mendapat dimensi baru dengan adanya minyak dan gas pada tahun 1970an dimana pusat memperoleh keuntungan yang sangat besar dibandingkan dengan bagian Aceh (kurang dari 5%). Kesan "Air Susu dibaias Air Tuba" pernah dikemukakan sebagai perlakuan pusat pada Aceh. Pada saat itu (1976) muncul pula pemberontakan Hasan Tiro yang bermula di Pidie namun pemerintah dapat memperlemahnya sampai tahun 1980an. Suatu peristiwa penting...
Rabu, May 26, 2010 - 13:17
Hutan Lindung Gunung Lumut di Kabupaten Pasir Tanah Grogot Kalimantan Timur menyimpan misteri disepanjuang jejak leluhur suku-suku Dayak yang panjang. Kawasan hutan lindung dengan keanekaragaman hayati yang masih cukup terawat itu telah menyampaikan pesan kepada pencinta lingkungan betapa kelestarian sebagai sebuah kata yang tak terbantahkan mengenai tanggungjawabnya untuk masa depan manusia. Tetapi bukanlah suatu hal yang aneh pula di negeri ini bahwa keanekaragaman hayati yang diagungkan itu kapan saja bisa menjadi musnah, lingkungan mega biodiversity itu dapat saja hancur berantakan manakala sang manusia mengabaikannya dan sekaligus memporak porandakannya. Kalau hutan lindung ini dibuka, maka akan terjadi banjir dahsyat yang tidak hanya melanda kabupaten Pasir di Kalimantan Timur, tetapi juga akan menerjang propinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, demikian penuturan Pak Sewok ( 65 tahun) Kepala Adat Suku Paser Kampung Rantau Layung, sebuah kampung yang berada di...
Rabu, May 26, 2010 - 13:15
Seputar bulan Juli-September 2002, menyusul pemberlakuan Imigration Act No 1154 tahun 2002 oleh pemerintah Malaysia, ratusan ribu ribu tenaga kerja Indonesia yang tidak dilengkapi dokumen resmi (undocumented migrant worker) yang bekerja di Malaysia dideportasi lewat Nunukan. Tidak kurang dari 350.000 TKI dikembalikan ke Indonesia, 70 diantaranya meninggal dunia akibat buruknya penanganan selama periode pemulangan tersebut, seperti karena sanitasi yang buruk, sehingga memicu terjadinya berbagai penyakit. Sekitar 700 orang ditahan di kamp penampungan oleh Pemerintah Malaysia, sementara 23 lainnya menghadapi hukuman cambuk. Elit-elit politik di kedua negara saling melontarkan kecaman, disusul oleh insiden pembakaran bendera Malaysia di Jakarta. Malaysia membalas secara reaktif dengan mengeluarkan travel warning bagi warga negaranya yang akan bepergian ke Indonesia. Periode tersebut boleh dikatakan menjadi salah satu titik terburuk dalam hubungan ketenagakerjaan antara Indonesia dan...
Rabu, May 26, 2010 - 13:13
Konflik sosial yang terjadi di Kalimantan, baik di Sambas (1999) maupun di Sampit (2001), sampai saat ini belum tampak tercapainya suatu rekonsiliasi yang dapat menjamin terwujudnya perdamaian dan integrasi sosial untuk menjamin kelangsungan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upaya-upaya untuk mencapai rekonsiliasi tersebut telah berkali-kali dilakukan dengan jalan menyelenggarakan “musyawarah” yang melibatkan tokoh-tokoh kelompok masyarakat yang bertikai, seperti “Musyawarah Damai Anak Bangsa di Bumi Kalimantan” di NAM Centre Jakarta (Maret 2001) dan “Musyawarah Tekad Mufakat Rakyat Kalimantan” di Batu, Malang (Februari 2002). Di samping itu, diskusi, seminar, dialog, dan publikasi buku hasil pengamatan dan penelitian telah dilakukan untuk mencari solusi konflik dan menciptakan perdamaian yang permanen.
Rabu, May 26, 2010 - 13:12
Konflik sosial yang terjadi di Kalimantan, baik di Sambas (1999) maupun di Sampit (2001), sampai saat ini belum tampak tercapainya suatu rekonsiliasi yang dapat menjamin terwujudnya perdamaian dan integrasi sosial untuk menjamin kelangsungan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upaya-upaya untuk mencapai rekonsiliasi tersebut telah berkali-kali dilakukan dengan jalan menyelenggarakan “musyawarah” yang melibatkan tokoh-tokoh kelompok masyarakat yang bertikai, seperti “Musyawarah Damai Anak Bangsa di Bumi Kalimantan” di NAM Centre Jakarta (Maret 2001) dan “Musyawarah Tekad Mufakat Rakyat Kalimantan” di Batu, Malang (Februari 2002). Di samping itu, diskusi, seminar, dialog, dan publikasi buku hasil pengamatan dan penelitian telah dilakukan untuk mencari solusi konflik dan menciptakan perdamaian yang permanen.
Rabu, May 26, 2010 - 13:03
Dalam beberapa bulan terakhir, Aceh kembali menjadi sorotan dunia. Pertama karena kembalinya Hasan Tiro, tokoh legendaris perjuangan kemerdekaan Aceh ke kampung halamannya. Yang kedua adalah penganugerahan hadiah Nobel kepada Martti Ahtisari, mediator proses perdamaian antara Pemerintah RI dan GAM yang menghasilkan MoU Helsinski tahun 2005 yang lalu. Kehadiran Hasan Tiro dinilai banyak pihak sebagai hal yang positif.Terlebih karena dalam pesan yang disampaikannya, tokoh yang sangat berpengaruh dalam perjuangan GAM ini menyiratkan dukungan penuhnya pada proses perdamaian yang telah berlangsung di Aceh. Terpilihnya Ahtisari sebagai penerima hadiah Nobel ini juga menggambarkan bagaimana proses perdamaian di Aceh menjadi inspirasi bagi dunia internasional. Namun ada yang menarik sehubungan dengan penganugerahan hadiah Nobel ini. Kishore Mahbubani, dekan Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura berkomentar bahwa hadiah nobel tersebut lebih berhak untuk diberikan kepada...

Warning: Duplicate entry '308982' for key 1 query: INSERT INTO crc_watchdog (uid, type, message, variables, severity, link, location, referer, hostname, timestamp) VALUES (0, 'php', '%message in %file on line %line.', 'a:4:{s:6:\"%error\";s:12:\"user warning\";s:8:\"%message\";s:427:\"Table './ceric_fisip_ui_ac_id/crc_accesslog' is marked as crashed and should be repaired\nquery: INSERT INTO crc_accesslog (title, path, url, hostname, uid, sid, timer, timestamp) values('Resources | Center for Research on Intergroup Relation and Conflict Resolution', 'resources/indonesian', '', '54.156.93.60', 0, '5ea1276256ffcc3640ac52e713b7aa6c', 225, 1506437098)\";s:5:\"%file\";s:75:\"/home/ceric-fisip.ui.ac.id/public_html/modules/statistics/statistics.module\";s:5:\"%line\";i:63;}', 3, '', 'h in /home/ceric-fisip.ui.ac.id/public_html/includes/database.mysql.inc on line 135