Tularkan Sikap Anti Korupsi kepada Anak Muda untuk Indonesia Lebih Baik

Translation Note: The English version of this content is being displayed because the Indonesian translation is unavailable.
Date of Event: 
Kamis, December 8, 2011 - 13:00

Data Transparansi Internasional tentang Corruption Perceptions Index (CPI) 2010 menunjukkan Indonesia berada pada urutan ke 110 dari 178 negara, dengan Denmark pada urutan pertama dan Somalia pada urutan terakhir. Hal tersebut bukan angka yang membanggakan. Namun bila melihat lebih detail pada CPI Indonesia sejak tahun 2002-2010, telah terjadi peningkatan yang cukup tajam 1.9 menjadi 3, artinya Indonesia 1,1 poin lebih bersih dari korupsi, saat beberapa negara lain mengalami penurunan nilai. Angka tersebut memberikan harapan, bahwa korupsi di Indonesia dapat dilawan. Perlawanan terhadap korupsi harus dilakukan melalui berbagai cara, diantaranya melalui pendidikan Anti Korupsi.

Pendidikan Anti Korupsi dilakukan baik pada masyarakat umum maupun melalui lembaga pendidikan formal di tingkat SD sampai Perguruan Tinggi. Pendidikan integritas idealnya diterapkan di semua jenjang pendidikan dengan materi dan model pembelajaran yang sesuai dengan tingkat usia siswa. SMA adalah gerbang akhir dan tertinggi dari jenjang pendidikan wajib di Indonesia, dan fakta menunjukkan tidak semua lulusan SMA di Indonesia melanjutkan ke Perguruan Tinggi namun (secara sukarela maupun terpaksa) memilih bekerja. Pendidikan Anti Korupsi di SMA akan menjadi persiapan yang memadai untuk menghadapi dunia pendidikan yang lebih tinggi (PT), maupun persiapan integritas yang mandiri dalam dunia kerja.
 
Seminar 2 jam Kenali Anti Korupsi untuk siswa SMA, merupakan usaha untuk memberikan wawasan dasar yang dapat menjadi landasan bersikap bagi siswa di masa depannya kelak. Saat mereka, sebagai mahasiswa maupun pekerja, saat mereka mulai dituntut untuk memiliki tanggungjawab lebih besar terhadap dirinya sendiri maupun lingkungan, intergitas dan sikap anti korupsi diharapkan selalu menjadi dasar dalam pengambilan keputusan mereka.
 
Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina mengatakan "Universitas Paramadina giat menularkan semangat integritas dan sikap anti korupsi, tidak hanya melalui mata kuliah wajib, namun juga berbagai kegiatan lain seperti 7 Paramadina Integrity Values di internal Paramadina, kampanye lewat jejaring sosial oleh mahasiswa, dan Seminar 2 Jam Kenali Anti Korupsi di SMA, dan selanjutnya kami bekerjasama dengan berbagai pihak juga mengembangkan program-program lain untuk tingkat pendidikan dasar. Ini merupakan upaya menambah jumlah generasi baru yang paham tentang bahaya korupsi dan merupakan cara dunia pendidikan memerangi korupsi dengan memangkas suplai koruptor, untuk masa depan Indonesia yang lebih baik",
 
Sebagai usaha nyata mempersuasi anak muda untuk bersikap Anti Korupsi, Universitas Paramadina bekerjasama dengan KPK dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dengan didukung Kompas muda, Blitzmegaplex dan Majalah Gogirl oleh mengadakan Seminar 2 Jam Kenali Anti Korupsi di beberapa SMA di wilayah di DKI Jakarta.
 
Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-83, seminar keliling diawali di SMAN 13 Jakarta Utara. Para siswa-siswi tampak antusias mengikuti paparan dari Yusuf Kurniadi, salah satu tim pengajar mata kuliah anti korupsi dan juga dosen Universitas Paramadina, yang pernah mengikuti Pelatihan Integritas di Budapest  ateri seminar menekankan pada konsep dasar korupsi, bagaimana dampak masif korupsi bagi kehidupan bangsa dan negara yang salah satunya adalah berperan pada semakin besarnya tingkat kemiskinan. 
 
Setelah SMAN 13 Jakarta Utara, seminar ini dilanjutkan ke SMA Al Azhar Pejaten, SMAN 9 Halim, SMA Ora et Labora BSD dan SMA Sumbangsih. Tanggapan yang positif dari para guru dan siswa membuat program ”Seminar 2 jam kenali Anti Korupsi” dilanjutkan ke lebih banyak SMA. Kurikulum pendidikikan anti-korupsi di SMA masuk pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan juga ada pada mata pelajaran Sosiologi yang membahas mengenai ”white collar crime”.
 
Salah satu siswi kelas II SMAN 13 yang mengikuti seminar, Risyatri, mengatakan ”Melalui seminar ini saya semakin memahami apa itu korupsi, tindakan korupsi itu salah dan korupsi gak boleh ada di Indonesia.” 
Tindakan korupsi memang tidak dapat di-nolkan, akan tetapi melalui pendidikan ke generasi muda diharapkan tercipta kesadaran dini akan korupsi dan menumbuhkan karakter generasi muda yang berintegritas demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Selamat Hari Anti Korupsi!
***
 
Untuk informasi lebih lanjut hubungi :
Divisi Humas Universitas Paramadina : div.humas@paramadina.ac.id atau 7918 1188 ext 211

 


Warning: Duplicate entry '308982' for key 1 query: INSERT INTO crc_watchdog (uid, type, message, variables, severity, link, location, referer, hostname, timestamp) VALUES (0, 'php', '%message in %file on line %line.', 'a:4:{s:6:\"%error\";s:12:\"user warning\";s:8:\"%message\";s:479:\"Table './ceric_fisip_ui_ac_id/crc_accesslog' is marked as crashed and should be repaired\nquery: INSERT INTO crc_accesslog (title, path, url, hostname, uid, sid, timer, timestamp) values('Tularkan Sikap Anti Korupsi kepada Anak Muda untuk Indonesia Lebih Baik | Center for Research on Intergroup Relation and Conflict Resolution', 'node/580', '', '107.20.115.174', 0, '4d6e3165eaaebe2ce9e1122c185e518f', 448, 1513203397)\";s:5:\"%file\";s:75:\"/home/ceric-fisip.ui.ac.id/public_html/modules/statistics/statistics.module\";s:5:\" in /home/ceric-fisip.ui.ac.id/public_html/includes/database.mysql.inc on line 135