Libya merdeka bila rakyatnya yakin ia merdeka

oleh Khalid Al-Badawi, Muhammad al-Taip and Mohannad Awn

23 Maret 2012

Tripoli, Libya – Sebagai warga asli Tripoli yang berusia kurang lebih seperempat abad, kami termasuk dari generasi kedua orang Libya yang tidak mengenal penguasa selain Muammar Qaddafi. Ketika rezim Qaddafi terguling, dunia melihat para pemberontak berebut kendali di jalan-jalan – sementara kami merasakan kekacauan dalam jiwa kami. Sejak hari-hari traumatis itu kami, seperti halnya banyak teman kami, telah memikirkan kembali identitas dan tujuan hidup kami.

Setelah tumbangnya rezim, kami mulai memimpikan Libya yang dinamis dan merdeka, maju secepat kilat untuk mengejar ketertinggalan dari dunia selama beberapa dasawarsa. Namun, apa yang bisa kami lakukan untuk membantu mimpi ini menjadi kenyataan? Kami merasa bahwa yang rakyat Libya paling butuhkan adalah pendidikan dan inspirasi – dan cara yang paling efektif untuk mewujudkan ini adalah melalui media penyiaran.

Kami memutuskan untuk membuat sebuah acara radio yang kami sebut “Obrolan Blak-blakan”.

Dalam bahasa asli kami, istilah ini adalah ungkapan keterusterangan dan kejujuran. “Obrolan blak-blakan” tidak sama dengan “obrolan jalanan”. Di Libya dulu yang kita selalu tahu, Anda tidak berani untuk bicara secara terus terang dan terbuka di jalan-jalan. Kini, kami pikir kami akan bisa membawa “obrolan blak-blakan” – percakapan yang terbuka dan jujur tentang isu-isu penting – ke ruang publik. Obrolan ini akan menjadi saluran kami mengeksplorasi setiap isu dan masalah yang ada menyangkut pembangunan Libya yang demokratis dan kuat.

Tentu, itu lebih mudah dikatakan ketimbang dilakukan.

Kami bertiga adalah para pencinta radio sepanjang hayat. Radio adalah satu sarana yang hampir semua orang Libya bisa jangkau. Saat tumbuh besar, kami mendengarkan siaran-siaran internasional dari radio mana saja dan di mana saja, menyaring narasi-narasi yang bersaing mengenai berita yang sama dan mencoba membuat pendapat kami sendiri. Libya kini tidak memiliki struktur ekonomi maupun stabilitas politik yang diperlukan bagi adanya sebuah radio independen. Siaran-siaran yang memiliki pendanaan cukup baik di negara kami dikendalikan oleh kepentingan-kepentingan dan faksi-faksi politik. Kita tahu bahwa jika kami mendekat media-media seperti itu dengan ide kami tentang “Obrolan Blak-blakan”, kami mungkin akan menjadi alat untuk menjalankan agenda mereka.

Toh, kami ingin membuat acara radio.

Dengan memadukan YouTube dan Facebook, mungkin saja untuk menciptakan sebuah siaran audio sederhana sepanjang apa pun dan membagikannya lewat internet. Yang kami perlukan hanyalah sebuah mikrofon dan komputer laptop.

Dalam episode pertama kami, kami merinci beberapa tujuan kami: untuk menekan para pejabat publik untuk menangani masalah-masalah negara; untuk mencari dan mengulas berbagai solusi yang berhasil digunakan di negara-negara lain yang mungkin berguna di sini; untuk menumbuhkan rekonsiliasi nasional dan pembubaran tentara swasta; dan di atas semua, untuk tidak pernah menuturkan kebohongan. Libya itu merdeka, papar kami. Libya merdeka karena kami yakin ia merdeka, dan akan terus merdeka selama kami terus melakukan apa yang kami yakini.

Dalam salah satu episode awal kami, kami saling adu argumen tentang protes jalanan. Bisakah para demonstran bersatu dalam sebuah agenda tentang apa yang ingin kami bangun, atau bisakah kami hanya sepakat mengenai apa yang ingin kami hancurkan? Kami tidak tahu jawabannya, namun kami tahu bahwa jawabannya harus dimulai dengan mengajukan pertanyaan.

Episode lain membahas konsep kedaulatan hukum. Kami mewawancarai teman dan orang asing dan menanyai mereka apa pandanganmereka tentang arti kedaulatan hukum. Kemudian kami memberikan definisi kami sendiri: sebuah sistem di mana setiap warga masyarakat diperlakukan secara setara di bawah hukum yang adil yang diawasi oleh seluruh warga.

Sejak kami memulai, jumlah fan Facebook telah perlahan meningkat. Kami telah menggunakan Facebook untuk menjaring pendengar. Misalnya, kami baru-baru ini bergabung dengan sebuah grup daring yang disebut Lawful Culture Online Community (www.lawfulculture.net), yang terdiri terutama atas para jurnalis Arab yang berkomitmen untuk menyebarkan budaya taat hukum dan toleransi ke seantero dunia Arab. Kami memetik manfaat dari pengalaman komunitas ini dalam mendorong nilai-nilai positif melalui kerja media. Masukan komunitas daring ini telah membuat konten siaran kami lebih kuat dan kami merasa terhormat bisa menjadi anggota penggurusnya.

Ada tanda-tanda awal kalau kegigihan kami dihargai. Kami mendapatkan kesempatan menggembirakan pertama kami ketika Radio Libya menawarkan untuk menyiarkan acara-acara kami. Radio Libya adalah stasiun radio kecil yang sekarang dipegang oleh pemerintah transisi Libya. Radio Libya menawarkan untuk menyiarkan acara-acara kami seutuhnya. Sangatlah penting bagi kami untuk mempunyai media saluran di mana kami bisa menyapa orang-orang di jalanan, para sopir taksi, pedagang kaki lima, dan siapa saja yang ingin mendengarkan. Kami yakin bahwa kesempatan ini adalah jalan tengah di antara hasrat kami untuk mempertahankan independensi dan harapan kami untuk memperluas audiens kami.

Ini adalah hal yang sangat sulit. Namun, kami tidak akan berhenti, selama kami memiliki pemirsa yang satu visi dengan kami untuk memupuk masa depan negara kami.

###

* Khalid Al-Badawi, Muhammad al-Taip dan Mohannad Awn adalah para pendiri Radio Obrolan Blak-blakan di Libya. Artikel ini diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Joseph Braude, seorang spesialis Timur Tengah dan pengarang The Honored Dead: A Story of Friendship, Murder, and the Search for Truth in the Arab World (Random House, 2011).

Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews).

Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 23 Maret 2012, www.commongroundnews.org. Telah memperoleh izin publikasi.


Warning: Duplicate entry '308982' for key 1 query: INSERT INTO crc_watchdog (uid, type, message, variables, severity, link, location, referer, hostname, timestamp) VALUES (0, 'php', '%message in %file on line %line.', 'a:4:{s:6:\"%error\";s:12:\"user warning\";s:8:\"%message\";s:452:\"Table './ceric_fisip_ui_ac_id/crc_accesslog' is marked as crashed and should be repaired\nquery: INSERT INTO crc_accesslog (title, path, url, hostname, uid, sid, timer, timestamp) values('Libya merdeka bila rakyatnya yakin ia merdeka | Center for Research on Intergroup Relation and Conflict Resolution', 'node/713', '', '54.81.195.240', 0, 'fa17a6880ab1c85c9b717982638675a4', 208, 1511374030)\";s:5:\"%file\";s:75:\"/home/ceric-fisip.ui.ac.id/public_html/modules/statistics/statistics.module\";s:5:\"%line\";i:63;}', in /home/ceric-fisip.ui.ac.id/public_html/includes/database.mysql.inc on line 135